Archive for July, 2007

ENGKAU TIDAK AKAN PERGI SEKARANG

Tuesday, July 3rd, 2007

Ibuku…
Kita jauh sekarang. Sebenarnya jarak selalu menjadi masalah. Kita tidak benar-benar dekat. Sebab kita tinggal di ruang yang selalu berbeda. Barangkali 9 bulan awal hidupku itulah jarak tidak menjadi masalah. Hanya saja aku terlalu muda untuk mengingatnya. Aku tidak ingat bagaimana rasanya berada dalam dirimu. Apakah engkau mengingatnya selain rasa sakit dan payah itu.
Ibu (Rahel memanggil ibunya "Ammu) …
Ada banyak yang tidak kubagi denganmu, meskipun aku ingin. Engkau lebih mirip kakak perempuanku karena ada perempuan yang lain yang lebih menjadi ibuku. Aku tidak bia mengatakannya sebab aku takut menyakitimu. Aku tidak bisa mengatakan bahwa aku sering merasa engkau hanya mencintai aku 1/2 dari seharusnya. Aku mungkin juga. Sebab ada perempuan lain yang mengisi mimpiku,tiap malam aku menangis diam-diam untuknya.
Ibu…
Banyak hal terlewatkan. Aku tidak mengalami hal-hal yang kau alami,yang membuat aku lebih memahamimu. Engkau juga tidak ada ketika banyak fase kulalui dalam hidupku sehingga engkau bisa belajar memahamiku. Engaku tidak ada ketika aku takut dan sakit pada menstruasiku yang pertama.Tapi ia ada. Engkau tidak ada ketika aku tubuhku mulai mengajarkanku menjadi perempuan . Dadaku mulai tumbuh (meskipun lambat). Tapi ia ada.
Aku tidak bisa mengatakan bahwa ia membuatku tidak merasa jauh dari ibuku,sebab ia mencintaiku selayaknya seorang ibu (ibumu adalah juga ‘ibuku’). Ia mencintaiku dengan cukup.
Tetapi aku rasa kita teman yang baik. Engkau selalu berusaha membagi cerita untuk menghapus waktu yang hilang. Aku bisa bercerita apa saja,pria-pria yang aku sukai (bapak akan berkomentar "gondrong,dekil,urakan bla..bla). Tapi engkau selalu paham kenapa aku mencintai mereka. Aku bisa bercerita tentang teman-temanku,  impian-impianku. Engaku selalu paham.
Ibu…
Aku ingin berbicara denganmu sekarang. Tapi jarak selalu menjadi masalah. Aku akan menghapus jarak itu, hanya jika engkau berjanji untuk menungguku. Berjanji 1 hal, bahwa ketika aku pulang untukmu, engkau ada. Sebab aku ingin membagi hal-hal yang yang dulu tak bisa kubagimu. Aku ingin mengatakan aku ingin belajar mencintaimu seperti seharusnya. Jadi katakan engkau tidak akan pergi sekarang.

                                                                                                Surabaya, 1 Okt ‘04